RINDU? BIARKAN SAJA...


biarlah rindu membakar jiwa.
biarlah galau mengelora.
bila rantau terlihat biasa saja..
apa menariknya mengembara....?
tak mengapa,
bila sesekali tumpahkan air mata.
setidaknya kau akan tau.
arti penting ketika bersama.
biarkan saja,
kalau terkadang makan apa adanya
setidaknya bisa direnungi
masakan ibu enak sekali,
saat dulu kau benci dan marah besar
pulang nanti bisalah mengerti
bahwa ketika di dayah pada saat memasak nasi,
kau akan mengenal ikhlas nya ibu memasak.
bahwa ketika menyuci baju di malam yg sunyi,
kau akan mengetahui setiap harinya tangan ibu kembung dan pucat pasi.
bahwa ketika tidak punya uang lagi untuk makan esok hari,
kau akan menyadari kekuatan apa yg membuat ayah bekerja di terik matahari.
bahwa ketika mengutang uang di dayah rasanya amat pahit,
kau akan mengenal betapa dulu dulu nya ibu ayah pernah menangis saat tidak ada uang untuk hidupmu.
ya,, engkau dulu lupa.
bahwa orang tua menganggapmu sebagai kesayangannya.
engkau buta pada pelukan ibu saat menggendongmu.
meski engkau menangis tak pernah henti, ibu masih saja lembut mengasihi.
engkau tuli pada suara nyanyi ibu di ayunan dan suara ayah mengenalkan azan,
engkau mati rasa pada setiap basuhan lembut dengan busa2 kecil saat badanmu mulai bau.
engkau bisu kala itu, masih tidak bisa bicara.
namun mereka tak pernah henti, mengajakmu dalam canda kata agar nanti engkau pandai tutur sapa.
mungkin karna terlalu seringnya perjumpaan mata.
hati pun lupa menyadari keberadaan orang tua.
bila nanti sudah lama tidak ketemu, butir butir rindu sadari kepentingan bersama mereka.

0 Response to "RINDU? BIARKAN SAJA..."